Unisnu Jepara Resmi Tarik Kembali 528 Peserta KKN Angkatan XIII

Unisnu Jepara Resmi Tarik Kembali 528 Peserta KKN Angkatan XIII

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIII Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara rampung kemarin (31/8). Penarikan terlaksana di Gedung MWC NU Tahunan kompleks Kampus Unisnu Jepara. cara penarikan telah resmi terselenggara. Banyak mahasiswa terkesan dengan program pendampingan yang telah dijalani. 

Berlokasi di Gedung MWC NU Unisnu, 528 mahasiswa itu meramaikan gedung. Mengenakan jaket almamater, mereka duduk mendengarkan kisah kawan-kawan mereka yang ditunjuk untuk tampil di panggung. Bercerita mengenai kesan saat mengikuti KKN. Baik yang melakukan kegiatan KKN di Jepara, Blora, maupun Demak.

Julian, misalnya, dari kelompok KKN Demak. Ia dan kelompoknya ikut membantu dalam berbagai kegiatan desa. Salah satunya lomba menghias desa. Pihaknya membantu warga sehingga bisa memenangkan lomba. Hingga memeroleh hadiah tunai Rp 100 juta lebih. 

Kemudian Ika perwakilan kelompok KKN kabupaten Jepara bagian Kecamatan Keling. Ia terkesan karena saat terjun di masyarakat, ia harus sangat beradaptasi dengan karakter masyarakat sekitar. Ia menilai bahwa saat terjun di masyarakat mahasiswa perlu memiliki soft-skill. “Kami tidak punya background kesehatan masyarakat, tapi sempat juga diminta untuk membantu saat program vaksin, jadi waktu terjun harus jadi orang yang serba bisa,” kata Ika. 

kkn



Tak hanya itu ada juga dari perwakilan Blora. Mahasiswa tersebut sangat prihatin dengan kondisi air di masyarakat yang sangat kekurangan. Meski begitu, pihaknya senang karena ada mahasiswa yang berhasil mendorong salah satu Pimpinan Anak Cabang sehingga mau berkuliah di Unisnu. Semua cerita itu disambut tepuk tangan hadirin. 

Sementara itu, Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assa’idi mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah yang telah membantu jalannya kegiatan ini. Ia mengatakan tema yang diusung kali ini, “Membumikan Nilai Aswaja An Nahdliyyah melalui Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, Inovasi Teknologi, dan Literasi Masyarakat” dinilai cukup berhasil diterapkan oleh para mahasiswa. Ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri. Seperti dengan meninggalkan yang buruk dan terus melakukan hal baik. 

Ia menambahkan, banyak masyarakat Jepara mendambakan KKN Unisnu. “Rata-rata warga mendambakan KKN Unisnu. Masyarakat masih banyak yang butuh pendampingan. Karena dengan ADD misalnya, mereka sudah bisa melakukan tapi cara aplikasi dan penerapan belum bisa,” kata Sa’dullah. Kedepannya, ia menilai KKN akan memiliki tantangan yang lain.


Admin LPPM

Komentar