GANDENG DISPARBUD, LPPM LAKUKAN PEMBINAAN DESA WISATA

GANDENG DISPARBUD, LPPM LAKUKAN PEMBINAAN DESA WISATA

LPPM Unisnu Jepara bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara dan juga Deswara Kabupaten Jepara Bersama-sama untuk mengembangkan desa wisata yang ada di Kabupaten Jepara, dengan Langkah pertama yang dilakukan yaitu “Pembinaan desa wisata kabupaten Jepara” kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 17 desember 2020 di Aula Disparbud Kabupaten Jepara. Narasumber yaitu dari Deswawa Jepara Abdul Rohman, Purwo adi Wibowo selaku ketua LPPM Unisnu Jepara, Tristan Alfian dosen DKV Unisnu Jepara dan Anita Afrianingsih dosen PGPAUD Unisnu Jepara serta sambutan dari bapak Plt beliau Bapak Zamroni, dimana dalam sambutannya menjelaskan ada total 24 desa di kabupaten Jepara yang berpotensi menjadi desa wisata dan alhamdulillah, sudah ada 21 desa yang ditetapkan menjadi desa wisata Jepara. Pak Zamroni juga menekankan bahwa “desa wisata itu tidak hanya tentang destinasi wisata akan tetapi, desa wisata merupakan 1 paket kesatuan dari keberadaan objek wisata, kuliner, pertunjukan-pertunjukan, penginapan, dan mengunggulkan keunikan pada masing-masing desa. Termasuk potensi yang ada di desa tersebut perlu dieksplor agar mampu meningkatkan potensi perekonomian desa wisata yang ada. Pak Zamroni selaku Plt. juga mengungkapkan bahwa desa wisata dapat terselengara dengan baik apabila seluruh masyarakat ikut serta dan mendukung desa wisata.

Deswara beliau bapak Rohman, juga menyebutkan tentang berbagai program pengembangan desa wisata yang dapat dieksplor yakni dengan melakukan pendampingan ke desa-desa secara berjangka. Pak Rohman juga menjelaskan ada 4 bidang ialah 1) edukasi dan sosialisasi, 2) media dan pengembangan produk, 3) event, 4) pemasaran.

Pemateri ke 2 dari bapak Purwo Adi Wibowo, M.Sc. selalu Ka. LPPM Unisnu Jepara juga menenkankan bahwa desa wisata akan terselenggara dengan baik apabilia ada komitmen dari seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Jepara, karena Kepala Desa memiliki peran penting untuk pengembangan desa wisata, selain itu pihak internal dan eksternal menjadi faktor penting juga dalam pengembangan desa wisata. Tim Unisnu Jepara siap mendampingi untuk mengembangkan potensi yang ada di desa wisata kabupaten Jepara.

Narasumber ke 3 yaitu bapak Tristan Alfian, menyebutkan bahwa untuk pengembangan desa wisata sendiri butuh yang Namanya pembuatan logo-logo dari setiap desa agar memiliki ke khas an tersendiri yaitu berupa identitas desa harus ditonjolkan dan didokumentasikan dalam bentuk buku profil. Menggali potensi-potensi dari setiap desa itu penting agar mampu mendukung perekonomian masyarakat yang ada di desa wisata tersebut. Yakni dengan cara membuat berbagai souvenir sesuai nama-nama desa, seperti kaos, mug, merchandiase, dan lain sebagainya. Terakhir ibu Anita Afrianingsih juga mengimbuhkan bahwa pengembangan desa wisata akan lebih apik, apabila disajikan sesuai dengan ciri khas kebudayaan, adat istiadat dan karya seni yang ada pada desa tersebut, sehingga mampu menjadi suatu bentuk usaha Bersama masyarakat yang mampu mendongkrak pendapatan dari setiap masyarakat desa wsisatanya. 


Admin LPPM

Komentar