Dosen Unisnu Jepara Membekali Standar Pelayanan Minimum Destinasi Wisata Kepada Pokdarwis

Dosen Unisnu Jepara Membekali Standar Pelayanan Minimum Destinasi Wisata Kepada Pokdarwis

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kembang Tanjung Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara melaksanakan Pelatihan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Destinasi Wisata Untuk Meningkatkan Minat dan Kepuasan Wisatawan di Balai Desa Tanjung (21/9).

Pelatihan ini salah satunya dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Pokdarwis dalam meningkatakan pelayanan objek wisata di desa wisata. Pelatihan berlangsung selama satu hari dengan jumlah peserta 17 orang dari Pokdarwis Desa Tanjung, Bondo, Gemulung, Plajan dan Loram Kulon (Kudus). Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan hingga usai.

Petinggi Desa Tanjung, Dwi Ganoto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan mengapresiasi kepada dosen Unisnu Jepara yang telah memilih Desa Tanjung sebagai mitra program pengabdian. Desa Tanjung sendiri merupakan desa yang memiliki banyak destinasi wisata yang masih perlu dikembangkan. Di antara destinasi wisata Desa Tanjung adalah (1) Watu Lawang, yang ada di Dukuh Gangging RT. 07 RW. 01, objek wisata ini terkenal dengan icon wisatanya yaitu bongkahan batu besar yang bentuknya meyerupai lawang (pintu). (2) Air Terjun Jurang Nganten, berada di Dukuh Turung Desa Tanjung RT. 35 RW. 04, objek wisata ini terkenal dengan cerita asal usulnya selain pemandangannya yang memesona. (3) Kali Bening, berlokasi di Dukuh Ngerbu Desa Tanjung RT. 32 RW 05. Kali Bening ini merupakan objek wisata yang menawarkan beningnya air sungai dan pemandangan persawahan. (4) Bukit Tanjung, berada di Dukuh Tigo Desa Tanjung RT. 01 RW. 01. Objek wisata ini menawarkan spot foto selfi yang menarik, selain itu ada pemancingan ikan, tempat karaoke dan pengunjung bisa menaiki kuda untuk berkeliling di Bukit Tanjung.

Dengan adanya program dan bantuan ini, diharapkan pokdarwis mampu melanjutkan contoh-contoh pemasaran destinasi wisata yang sudah dibuatkan oleh tim pengabdian. Sehingga destinasi wisata Desa Tanjung bisa berkembanng dan dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan material produk pengabdian kepada Pokdarwis Kembang Tanjung berupa kartu nama pengurus Pokdarwis, leaflet dan buku profil destinasi wisata Desa Tanjung.

Samsul Arifin dalam laporannya sebagai ketua pelaksana pengabdian menyampaikan bahwa material ini sebagai alat atau sarana pemasaran objek wisata di desa wisata. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan baik Pokdarwis maupun pegiat pengembangan desa wisata lainnya mampu meningkatkan pelayanan objek wisata dengan baik di desa nya masing-masing. Karena pada dasarnya salah satu kunci dari pengembangan destinasi wisata adalah pemasaran dan tentunya dengan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Pelayanan yang baik ada 5 (lima), yaitu reliability, assurance, tangibles, empathy dan responsiveness.

Reliabity merupakan kemampuan untuk memberikan jasa yang sudah dijanjikan secara konsisten secara akurat dan tanpa ada kesalahan. Sedangkan Assurance merupakan pengetahuan, kesopanan karyawan dan kemampuan perusahaan dalam memupuk dan menjaga kepercayaan pelanggan. Tangibles merupakan fasilitas fisik, peralatan yang digunakan dan juga penampilan dari staff perusahaan, dan empathy sendiri adalah sejauh mana tingkat pemahaman atau simpati dan perhatian secara individu yang diberikan oleh perusahaan kepada pelangggan. Dan yang terakhir responsiveness adalah kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan layanan yang cepat dan tepat waktu.

Selain lima hal tersebut, kepuasan pengunjung terhadap objek wisata bisa dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu (1) kepuasan lebih tinggi dari pada ekspektasi, artinya pengunjung merasa puas banget, (2) kepuasan sama dengan ekpektasi, artinya pengunjung merasa biasa saja, dan (3) kepuasan lebih rendah dari pada ekspektasi, artinya pengunjung merasa tidak puas terhadap pelayanan objek wisata tersebut. Ketika pengunjung merasakan kepuasan terhadap objek wisata yang dikunjunginya, dipastikan pengunjung tersebut akan menceritakan kepuasannya kepada teman-temannya dan akan mengajak atau merekomendasikan teman-temannya untuk berlibur ke objek wisata tersebut.

Ketika pengunjung sudah menceritakan tentang suatu objek wisata baik keunggulan dan kelemahannya kepada teman-temannya, maka hal tersebut otomatis menjadi cara pemasaran yang cepat (dari mulut ke mulut). Namun pemasaran yang baik adalah dengan pelayanan yang baik pula. Sehingga pelayanan menjadi salah satu hal yang penting untuk menarik wisatawan kembali berkunjung. Di samping pemasaran melalui leaflet, buku profil destinasi wisata dan kartu nama bagi pengelola objek wisata. Kartu nama ini dibuat dengan maksud agar setiap ada kegiatan bisa memberikan kartu nama kepada orang lain, sehingga orang tersebut tahu tentang objek wisata yang kita kelola.

Di akhir acara, para peserta menyuarakan slogan salam pariwisata yang dipandu oleh narasumber. Salam Pariwisata, Wonderful Indonesia


Admin LPPM

Komentar